-
Producing
- Mastering/Re-mastering
- Song Writing
- Song Editing
- Artist and Repertoire Selection
- Project coordinator
***
MASTERING/RE-MASTERING
:: prakata
Mastering adalah salah satu tahapan terpenting dalam proses produksi rekaman. Proses ini akan meningkatkan mutu kualitas audio yang akan digunakan sebagai induk asli rekaman [original master]. Dimana dalam proses ini hasil rekaman yang telah di-mix secara "sempurna" namun belum di-loud max dan di-normalize, dianalisa untuk dibersihkan dari "kotoran" audio [desis, dengung, crackle, pop, dan click] yang biasanya disebabkan oleh tidak maksimalnya proses rekaman [take]. Kemudian dilanjutkan dengan serangkaian proses untuk memaksimalkan equalizer untuk lebih mendatarkan kurva frekuensi, normalize, melebarkan stereo-spread dan memaksimalkan loudness.
Re-mastering tidak jauh berbeda dengan proses mastering, titik bedanya hanya terletak pada rekaman aslinya yang telah melewati proses mastering. Produk yang telah di-mastering tadi ingin dimaksimalkan kembali hasilnya. Proses re-mastering ini kerap juga dijumpai pada produk rekaman analog yang ingin
didigitalkan.
:: proses mastering - re mastering
1. Personal komputer; data rekaman asli dimasukan ke dalam komputer untuk dianalisa dan kemudian dibersihkan dari kotoran audio.
2. Spatializer; untuk memperluas stereo-spread sehingga jarak antara kedua speaker seakan lebih lebar dari posisi sesungguhnya dan membuat suara rekaman menjadi lebih seperti mendengarkan suara aslinya.
3. Tube insert; kekurangan dari sistim digital adalah 'kering'nya karakter suara yang terdengar. Dengan menggunakan teknologi tabung yang telah di hidbrida-kan dengan sistim digital, suara rekaman menjadi lebih 'hangat' dan natural.
4. Harmonic enhancer/ Synthesizer; kekurangan lain dari sistim digital adalah kurangnya terdengar frekuensi harmonis, dengan menggunakan harmonix enhancer/synthersizer, kekurangan frekuensi harmonis itu di-interpolasi sehingga kembali seperti aslinya.
5. Para-graphic equalizer; gabungan antara parametric equalizer dan graphic equalizer dimana setiap titik frekuensi bisa diatur sefleksibel mungkin.
6. Multi-band compressor; dalam mengkompresi suara, kebanyakan studio menggunakan kompresor audio untuk seluruh bandwidth. Meskipun ini sudah baik, tapi kontrol akan kompresi signal di daerah frekuensi tertentu tidak bisa dikontrol secara optimal. Dengan multi-band, kompresi bisa dilakukan dengan rasio yang berbeda di berbagai area frekuensi sehingga kompresi yang dilakukan bisa jauh lebih akurat.
7. Loudness maximizing; kelebihan, sekaligus kekurangan dari digital audio adalah dynamic-range yang terlalu luas untuk rata-rata musik yang beredar. Dengan loudness maximizing, rekaman Anda bisa terdengar lebih keras dan lebih menarik perhatian pendengar, terutama dalam media radio.
8. Set awal dan akhir lagu, kebanyakan rekaman tidak mempunyai titik awal dan akhir yang rapih. Ini menyebabkan pendengar harus menunggu setelah track tertentu sudah di access. Alangkah baiknya bila awal dan akhir lagu di set secara sempurna sehingga memudahkan para DJ dan penyiar, serta pendengar, dalam pemilihan program lagu dan panjang
lagu.